BANGKINANG, KAMPAR, RIAU- Sekoci24 .Co Mahasiswa Program Magister Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Kemampuan Berpikir Matematis Siswa SMP Muhammadiyah Bangkinang dalam Rangka Memfasilitasi Siswa Mengikuti Olimpiade Matematika” pada 30 September hingga 1 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di SMP Muhammadiyah Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, ini diikuti oleh 20 siswa.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan berpikir matematis siswa sekaligus memberikan pembimbingan dan pendampingan sebagai persiapan menghadapi olimpiade matematika. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif, serta meningkatkan keterampilan dalam memahami dan menyelesaikan soal-soal matematika nonrutin.
Kegiatan dibuka oleh dosen Pascasarjana FKIP Universitas Riau, Dr. Sehatta Saragih, M.Pd., dan disambut langsung oleh Kepala SMP Muhammadiyah Bangkinang, Hendra, M.Pd. Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi akademik siswa, khususnya dalam bidang matematika.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas empat mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP Universitas Riau, yaitu Dina Rizqiyah, Miska Elsi Aurelia, Nurullita Dwi Hasti, dan Refina Juliarida. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengabdian kepada Masyarakat dengan dosen pengampu Prof. Yenita Roza, Ph.D., dan Dr. Sehatta Saragih, M.Pd.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian pretest pada hari pertama untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Setelah itu, tim pelaksana membahas kembali soal-soal yang telah dikerjakan siswa. Pembahasan dilakukan untuk membantu siswa memahami konsep yang mendasari soal, mengidentifikasi kesalahan dalam penyelesaian, serta mengenali strategi yang dapat digunakan untuk memperoleh jawaban yang tepat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendalaman materi yang umumnya muncul dalam olimpiade matematika tingkat SMP yaitu Teori bilangan, Aljabar, Geometri, Statistika dan Peluang. Materi disampaikan melalui pembimbingan, latihan penyelesaian soal, serta diskusi dan tanya jawab. Siswa tidak hanya diarahkan untuk memahami konsep matematika, tetapi juga dilatih mengembangkan penalaran, menemukan pola, dan memilih strategi penyelesaian yang sesuai dengan karakteristik soal.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian posttest untuk mengevaluasi perkembangan kemampuan siswa setelah mengikuti pembimbingan dan pendampingan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, nilai posttest menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan nilai pretest. Hasil menunjukkan rata-rata nilai meningkat dari 53,70 menjadi 79,25 dan seluruh siswa mengalami peningkatan. Hasil tersebut menjadi indikasi awal yang positif bahwa kegiatan pembimbingan dapat membantu siswa memahami materi dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan.
Selama dua hari pelaksanaan, para siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan. Mereka menyimak materi yang disampaikan dan terlibat dalam diskusi bersama tim pelaksana. Interaksi selama pembimbingan menjadi bagian penting dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan, mengklarifikasi pemahaman, dan mendalami berbagai strategi penyelesaian soal.
Kegiatan ini juga menekankan bahwa keberhasilan dalam olimpiade matematika tidak hanya ditentukan oleh penguasaan rumus, tetapi juga oleh kemampuan memahami permasalahan, berpikir logis, menganalisis informasi, dan mengembangkan strategi penyelesaian. Oleh karena itu, latihan soal nonrutin dan pendampingan yang terarah menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi matematika.
Pada akhir kegiatan, tim pelaksana memberikan kenang-kenangan sederhana kepada para siswa sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka selama mengikuti kegiatan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik dan memperoleh sambutan positif dari peserta maupun pihak sekolah.
Kepala SMP Muhammadiyah Bangkinang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap program pembimbingan olimpiade matematika dapat dilanjutkan secara berkesinambungan. Harapan ini menjadi perhatian penting bagi tim pelaksana karena pembinaan kemampuan matematika memerlukan proses yang berkelanjutan, bukan hanya melalui pelatihan singkat.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP Universitas Riau dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan matematika di sekolah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya membantu sekolah memfasilitasi pengembangan potensi siswa sekaligus memperluas kesempatan mereka untuk mempersiapkan diri mengikuti kompetisi akademik.
Dengan adanya peningkatan nilai evaluasi dan respons positif dari pihak sekolah, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi terbentuknya program pembinaan olimpiade matematika yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di SMP Muhammadiyah Bangkinang. Keberlanjutan program tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kesiapan siswa menghadapi olimpiade, tetapi juga memperkuat kemampuan berpikir matematis yang bermanfaat dalam proses pembelajaran sehari-hari.






